Layang-Layang Tidak Hanya Satu, Ini Jenis-Jenisnya

“Layang-layang ada banyak jenisnya, ada yang tradisional, kreasi, dan buat olahraga,” jelas Asep setelah acara Pameran Layang Layang Indonesia dan India, Rabu (30/5/2018).

Untuk bentuknya sendiri Asep mengatakan layang-layang terbagi dalam dua bentuk. Pertama bentuk dua dimensi yang memiliki rangka datar, dan kedua adalah layang-layang berbentuk tiga dimensi yang memiliki rangka sesuai dengan bentuk kreasi yang ingin ditampilkan.

“Misalnya mau buat bentuk kuda pegasus, bentuk rangkanya berarti harus seperti kuda pegasus. Iitu buatnya lama, bisa sampai satu bulan,” jelas Asep yang juga ahli membuat layang-layang.

Sedangkan untuk jenis layang-layang tradisional dan kreasi, memiliki perbedaan dari bentuknya.

“Kalau layang-layang tradisional itu biasanya berbentuk oval, ada buntutnya. Nah tiap daerah ini bentuk buntutnya beda. Kemudian ketika diterbangkan ada bunyi dari benang karung goni atau dari pita kaset,” kata Asep.

Staf Museum Layang Layang, Asep Irawan menunjukkan bentuk layang-layang tradisional.Kompas.com/Silvita Agmasari Staf Museum Layang Layang, Asep Irawan menunjukkan bentuk layang-layang tradisional.

Sementara layang-layang kreasi menurut Asep berbentuk diamond (wajik), layaknya layang-layang untuk diadu. Lukisan pada layang-layang tersebut yang dapat dikreasikan.

“Bahannya beda-beda, bisa dari plastik, kertas minyak, parasut, bahkan daun juga ada,” jelas Asep.

Asep sendiri sudah melanglang buana karena layang-layang. Ia pernah berkunjung ke Turki, India, Perancis, dan akan berkunjung ke Polandia untuk ikut dalam festival layang-layang.

Berbagai bentuk dan kreasi layang-layang dari berbagai negara telah ia lihat. Menurutnya, layang-layang dari Indonesia adalah yang terindah.

“Paling cantik itu ya dari Indonesia karena bentuknya macam-macam tiap daerah. Bahannya juga beda, bisa dibuat dari daun bahkan bambu. Waktu itu ada layang-layang dari Bali, terbuat dari susunan daun bambu bentuk Burung Hantu. Itu menang juga di kompetisi,” jelas Asep.

Source : Kompas

 

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

layang-layang-tidak-hanya-satu-ini-jenis-jenisnya-blivehub-berita